Review The Accountant

Malam minggu kemarin, saya membuat waktu dengan beberapa teman untuk siting arround doing nothing alias nongkrong yang dilanjutkan dengan acara nonton. Janjian ngumpul di Taman Kota dan seperti biasa saya telat (alasan telat akan saya ceritakan di post lain), yang berhadiah makian dari teman handai taulan yang kesal menunggu.

Pukul 21.00 kita meluncur ke Bioskop 21 Batam China City Square, dan hasil musyawarah Dewan Pertemanan memutuskan film yang akan ditonton adalah The Accountant.

Diawali dengan seorang Agen memasuki rumah yang sedang terjadi kericuhan, agen ini bernama Raymond King yang diperankan aktor gaek J.K Simmons. Raymon King berperan sebagai seorang agen penyelidik. Beberapa tahun kemudian dengan keberuntungan dan mungkin namanya rezeki si RK ini menjadi Direktur divisi penanggulangan di Departemen Keuangan yang mengurusi pelaporan keuangan yang fraud dan dengan garisan nasib juga RK ini mengusut suatu kasus yang berhubungan dengan seorang akuntan yang berkali-kali membantu kasus litigasi orang-orang yang memiliki latar belakang dunia kejahatan dan identitasnya tidak diketahui.

Di tempat yang lain, Christian Wolff (Ben Affleck) seorang akuntan publik dengan dengan latar belakang militer dan masa kecil yang kurang baik memiliki gejala autisme yang akut. Autisme tersebut membuat Wolff menjadi seorang pangeran matematika dan diburu oleh RK karena dicurigai. Saat Wolff berusahan menghindari kecurigaan, dia memutuskan untuk mengambil sebuah tawaran pekerjaan di perusahaan swasta yang rupanya akan menjerumuskan dan mempertemukannya dengan Dana (Anna Kendrick). Seiring Wolff menyingkap kejanggalan pembukuan dan litigasi lainnya, semakin banyak korban berjatuhan.

Untuk adegan berantemnya sedikit namun berkualitas. Yang menyukai film dengan alur maju mundur, ini merupakan film yang baik dengan susunan dan penuturan yang rapi. Ben Affleck berperan apik, Anna Kendrick tetap manis walaupun sedikit kurus dibandingkan di Pitch Perfect 2, Jon Bernthal yang terakhir saya tonton di film Daredevil juga ambil peran sebagai pembunuh bayaran yang notabene adiknya Wolf dan mendapat misi untuk memburu abangnya sendiri, hubungan rumit adik kakak menjadi bumbu asin di film ini.

Banyak adegan dead air dan awkward yang lucu, plusnya film ini terasa lebih realistis daripada film-film sejenis yang tokohnya dengan mudah memperoleh partner seksi, senjata canggih, kendaraan mewah, dan identitas baru. Masih banyak kejutan lain yang haram kalau disebutkan semua, jadi jangan sampai terlewatkan.

Saya kasih nilai 7,5/10 untuk film ini, karena tidak terlalu banyak adegan bokong Ben Affleck yang ditampakkan seperti di Suicide Squad.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s